Menkeu Purbaya Prediksi Nilai Tukar Rupiah Menguat di Tengah Gejolak Politik Venezuela
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat meski kondisi geopolitik global sedang bergejolak, terutama akibat konflik politik di Venezuela dan Amerika Serikat. Ia menyampaikan hal ini untuk menenangkan tren pasar keuangan domestik.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4875742/original/093303000_1719401842-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_5.jpg)
Baca juga:DPR: Listrik Aceh Baru 60%, Jangan Bohongi Presiden
Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga mampu menahan tekanan eksternal. Faktor ini dinilai mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian politik dan gejolak pasar internasional.
Purbaya juga menyebutkan bahwa Indonesia memiliki cadangan devisa yang solid untuk merespons tantangan global. Hal ini diharapkan dapat menjaga likuiditas dan kepercayaan investor terhadap aset domestik, termasuk mata uang rupiah.
Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi dunia yang dapat memengaruhi pasar valas. Purbaya mengatakan berbagai kebijakan strategis akan diambil jika kondisi global menunjukkan tekanan yang lebih tajam.
Prediksi penguatan rupiah ini mendapat respons positif dari pelaku pasar keuangan. Mereka melihat kebijakan fiskal dan moneter yang koordinatif menjadi kunci dalam menjaga daya beli serta stabilitas nilai tukar.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai. Langkah antisipatif pemerintah dinilai penting agar dampak gejolak global tidak menimbulkan risiko besar terhadap perekonomian nasional.
Dengan optimisme yang disampaikan Menteri Keuangan, pemerintah berharap stabilitas nilai tukar rupiah dapat terus terjaga hingga beberapa waktu ke depan, meski tantangan global masih ada.